CARA MEMBEDAKAN MADU ASLI DAN MADU PALSU YANG KELIRU DAN YANG BENAR!

Apakah benar-benar ada acara untuk membedakan madu asli dan madu palsu? Jawabannya pasti ada.

Kalau tidak ada, lalu bagaimana cara polisi bisa tahu bahwa madu yang berdar dipasaran itu adalah madu palsu?

Sebelum membaca artikel ini, apakah kamu pernah membaca artikel tentang Cara Mudah Membedakan madu asli dan madu palsu di internet?

Kalau saya perhatikan, hampir semua cara yang dibagikan di Internet itu kurang bisa dibuktikan secara ilmiah.

Pengamat madu Indonesia Faisal M Sakri, dalam bukunya menjelaskan bahwa murni dan alaminya madu hanya bisa diteliti di laboratorium karena tidak ada cara lain yang bisa dipertanggungjawabkan.

Bahkan teman-teman saya para mahasiswa dan dosen saja yang ahli dibidang kimia dan biologi perlu membuat skripsi dan thesis hanya untuk membuktikan bahwa madu itu asli atau palsu.

Lalu apakah cara-cara mengenali madu palsu yang dipaparkan di internet itu salah?

Mari kita bahas bersama.

Berikut adalah cara membedakan madu asli dan madu palsu.

Saya memilih 4 saja yang sering dibagikan.

#1 Uji Dengan Cara Membakar Madu

Caranya :

“ . . . Kamu cukup siapkan lilin dan sendok untuk melakukan pengujian. Caranya adalah tuang madu ke sendok kemudian bakar madu tersebut diatas lilin yang menyala.

Setelah beberapa saat madu asli akan mengeluarkan gelembung-gelembung dan madu akan tumpah sedangkan madu palsu saat dibakar akan mengeluarkan buih yang banyak namun tidak tumpah. Dilihat dari warnanya pun madu asli akan susah terbakar dan madu palsu akan lebih cepat terbakar dan gosong. . . “

Uji Membakar Madu

Uji Membakar Madu

Uji ini memang cukup populer, namun masih sulit untuk membuktikan kebenaran dari uji ini.

Zat yang dibakar tentu saja akan mengalami pertambahan volume dan menguap, baik itu madu asli ataupun madu palsu.

Madu palsu pun akan mengeluarkan buih,

“. . .Menurut teori ilmu biokimia, buih cair adalah sistem koloid dengan fase terdisperasi gas dan dengan medium pendisperasi zat cair. . .”

Maksudnya, zat cair yang memiliki komposisi gas didalamnya.

Sementara madu asli yang disimpan dalam jerigen tertutup dalam waktu agak lama (biasanya lebih dari 1 minggu), bisa mengengakibatkan jerigen tersebut kembung, atau mengembang. Hal ini disebabkan adanya reaksi enzim alami pada madu yang menghasilkan gas.

Madu asli ada yang berbuih dan mnegeluarkan gas, dan ada juga yang tidak. Tergantung dari kadar air.

Artinya, madu juga bisa mengeluarkan gas.

Madu asli yang tidak mengeluarkan gas biasanya lebih kental, dengan kadar air 17%, kebanyakan madu yang kental ini berasal dari arab atau China.

Sedangkan madu dari Indonesia memiliki kadar air lebih tinggi bisa sampai 28%. Artinya madu asli dari Indonesia lebih memiliki banyak gas dan buih.

Sementara itu, baik madu asli, ataupun madu palsu apabila dibakar bisa saja sama-sama mengeluarkan buih, tergantung dari jenis pemalsuannya.

Oleh karena uji ini juga kurang bagus untuk diperceya begitu saja.

#2 Uji dengan cara memasukkan kedalam kulkas

Caraya :

“Masukkan madu ke dalam Freezer, dan madu asli tidak akan beku”

Apakah benar madu asli tidak beku di suhu serendah itu?

Bagi orang yang cukup paham tentang madu, tentu akan mengetahui bahwa madu murni ada yang bisa saja mengkristal (beku) pada kondisi-kondisi tertentu.

Kamu bisa mencari di google dengan kata kunci : madu membeku, cristalized honey, dll.

Kamu bisa melihat betapa banyaknya kasus madu murni yang membeku baik dari Indonesia, maupun dari negara luar.

Bahkan, madu yang tidak bisa membeku sama sekali merupakan salah satu tanda bahwa madu itu telah rusak karena sudah tidak mengandung serbuk sari atau pollen.

Madu asli akan mudah mengkristal/beku, jika kadar glukosa dalam madu lebih banyak dari kadar fruktosanya. Dan madu asli susah membeku jika kadar fruktosa dalam madu lebih banyak dari kadar glukosanya.

Kadar glukosa dan fruktosa dalam madu bermacam-macam, tergantung jenis madunya.

  • Contoh madu yang mudah membeku : madu karet, kelengkeng, mente dan kaliandra.
  • Contoh madu yang susah membeku : madu randu, rambutan, kopi, sono dan mangga.

Jadi uji madu dengan cara memasukkan madu kedalam kulkas ini menjadi tidak relevan dan tidak bisa digunakan begitu saja.

#3 Uji Semut

Caranya :

“. . . Madu palsu akan dikerubungi semut, dan madu palsu tidak. . .”

Saya sudah sering mencoba cara ini secara sengaja maupun tidak sengaja.

Hasilnya, Madu yang biasa saya minum selalu di kerubungi oleh semut, Baik itu sedikit atau banyak.

Saya selalu menyimpan madu dengan cara seperti ini :

Hal ini saya lakukan supaya madu saya tidak di kerubungi semut. Madu yang saya minum adalah madu asli, bahkan saya ambil langsung dari petani.

Madu yang asli tetap akan dikerubungi oleh semut karena madu memang mengandung gula dan manis.

Namun semut akan kesusahan memakan madu, karena madu memiliki tekstur yang keras dan susah masuk ke belalai semut.

Sementara madu palsu juga mengandung gula, bahkan ada juga yang memiliki gula tambahan. Jadi semut juga akan mengelilingi madu palsu ini.

Bedanya, semut mungkin saja bisa memasukkan cairan madu palsu ke belalainya dan memakannya.

Namun uji semut ini tetap tidak bisa dipakai karena susah untuk bisa melilhat apakah madu tersebut masuk ke belalai semut apa tidak.

#4 Uji Kuning Telur

Caranya :

“. . . Campurkan madu dengan kuning telur. Kuning telur yang dicampur madu asli akan tampak matang. . .”

Uji Madu dengan Kuning Telur

Yang sebenarnya terjadi pada proses ini adalah penggumpalan atau koagulasi, bukan pematangan telur.

Menurut ilmu biokimia, madu mengandung asam dengan PH 3,4 – 6,1 dan kuning telur mengandung protein.

Protein yang dicampur dengan asam akan menggumpal, sehingga telur akan terlihat matang, yang sebenarnya adalah ter-koagulasi.

Kita harus paham bahwa juga banyak madu palsu yang beredar dipasaran mengandung asam. Contohnya asam asetat yang biasa digunakan sebagai pengawet makanan.

Zat asam lain yang mungkin ditambahkan adalah cuka atau air dari nanas.

Uji ini tentu juga akan berhasil bagi madu palsu yang memiliki kadar asam tinggi seperti ini.

Artinya, uji ini juga kurang bagus untuk dipercaya.

Yuuupps, itulah beberapa uji madu asli dan madu palsu yang paling banyak di jumpai di internet. Apa kamu pernah mencobanya? 🙂

Masih banyak uji-uji lain yang dibagikan di Internet, seperti Uji kertas koran, Uji jempol, Uji Warna, Uji kekentalan, Uji air damal piring, dan lain-lain.

Namun hampir semua dari uji tersebut belum bisa dipertnggungjawabkan secara ilmiah.

Menguji madu asli dengan cara SEMI-ILMIAH!

Wah, Apalagi nih? Semi-ilmiah?

What? Hahaha. . . . .

Selama saya mencari-cari artikel yang membahas Uji madu di internet, saya menemukan 2 cara ini yang saya anggap agak aneh, tapi cukup ilmiah.

Makanya saya beri nama ‘semi-ilmiah’.

Namun menurut saya acara ini lumayan bagus dan bisa lebih di percara dibandingkan dengan uji telur, uji semut, atau uji lainnya.

Bagi kamu yang ingin tahu, dan mungkin saja ingin mempraktekkannya, silahkan melanjutkan membaca.

Berikut pembahasan singkatnya :

  1. Menjadikan tubuh sebagai laboratorium

Caranya, berpuasalah selama 10 jam, lalu periksalah gula darah Kamu dan catat.

Kemudian minum 2-3 sendok madu, dan tunggu 2 jam, lalu periksa gula darah kamu.

Bila madu tersebut asli, maka gula darah kamu tetap. Namun apabila madu palsu, gula kamu akan naik sedikit.

  1. Uji Oleh Penderita Diabetes

Penderita diabetes adalah orang yang sangat rentan terhadap gula. Konsumsi gula berlebih akan membuat mereka lemas.

Apabila mereka meminum madu palsu yang berisi banyak gula, maka dia akan merasa lemas.

Sedangkan apabila yang diminum adalah madu asli, madu tersebut akan berubah menjadi tenaga, dan mereka pun terlihat lebih berenergi.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Bukankan madu juga mengandung gula?

Jadi begini, gula biasa yang dikonsumsi oleh manusia di cerna dengan insulin sehingga bisa menjadi energi. Sementara itu, gula pada madu bisa di cerna dalam tubuh tanpa bantuan insulin dan langsung menjadi energi.

Pada penderita diabetes, mereka kekurangan hormon insulin, sehingga gula atau madu palsu yang mereka konsumsi tidak bisa dicerna dengan baik.

Gula yang dikonsumsi kemudian bertumpuk dan membuat tubuh menjadi lemas.

Itulah 2 cara mendeteksi madu secara semi-ilmiah.

DARI PADA SIBUK MEMBEDAKAN MADU ASLI ATAU MADU PALSU, LEBIH BAIK ANDA BELI MADU ASLI SAJA. . .

Dari pada kita pusing-pusing menguji apakah madu yang kita beli adalah asli atau bukan, lebih baik kita membeli madu yang asli saja. 😉

Saya pernah membuat artikel tentang cara memastikan madu yang kita adalah asli atau bukan, silahkan baca artikel ini :

Inilah Cara Saya Mendapatkan Madu Asli Untuk Dikonsumsi Setiap Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *